TIME

Rabu, 20 Maret 2013

PERNIKAHAN MASSAL SURAKARTA

PERNIKAHAN PENERIMA MANFAAT BALAI REHABILITASI SOSIAL WANITA UTAMA SURAKARTA – 1 


 I. PENDAHULUAN 
Salah satu bentuk penyaluran penerima manfaat Balai Rehabilitasi Sosial “Wanita Utama” Surakarta-1 adalah melalui pernikahan. Dengan pernikahan yang sah menurut hukum agama, hukum pemerintah serta sesuai dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat, diharapkan penerima manfaat mampu menjalankan kehidupan yang normatif. Terkait dengan pernikahan, panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tahun 1434 H, Yayasan Amal Sahabat Surakarta, yang salah satunya adalah menyelenggarakan kegiatan Pernikahan massal gratis. Balai Rehabilitasi Sosial “Wanita Utama” Surakarta-1 menyambut baik dan turut berpartisipasi dalam kegiatan dimaksud dengan mengikutsertakan penerima manfaat sebanyak 1 (satu) pasang calon pengantin untuk dinikahkan secara gratis.

 II. PESERTA NIKAH 
Peserta pernikahan massal gratis diikuti oleh 19 pasang pengantin yang berasal dari berbagai wilayah Kabupaten / kota se Eks. Surakarta. Sedangkan peserta (penerima manfaat) Balai Rehabilitasi Sosial “Wanita Utama” Surakarta-1 adalah :

A. Calon Pengantin Wanita (pm)

Nama : YULI EKAWATI
Umur : 35 tahun


Alamat : Dk. Polan, Ds. Polan Kec. Polanharjo Kab. Klaten
 B. Calon Pengantin Pria

Nama : Hulam Mustamir

Umur : 27 tahun

Alamat : Gunung Kidul - Yogyakarta



 III. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN 
A. Akad Nikah
 Hari : Minggu Tanggal : 10 Pebruari 2013
 Waktu : Jam 07.00 s/d 08.00 WIB

Tempat : Masjid Al-Hadi Muttaqien, Jln. Bhayangkara 23/30, Baron, Surakarta Pelaksana : Petugas Nikah dari KUA kec. Laweyan Surakarta
 B. Kirab Pengantin
Hari : Minggu Tanggal : 10 Pebruari 2013

Waktu : Jam 08.00 – 09.00 WIB

Tempat : Mulai dari Masjid Al-Hadi Muttaqien menuju Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta melalui Jln. Slamet Riyadi Surakarta.
 C. Resepsi
Hari : Minggu Tanggal : 10 Pebruari 2010

Waktu : Jam 09.00 s/d 11.15 WIB

Tempat : Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta
 IV. SUSUNAN ACARA
 Pk. 05.00 – 07.00 : Calon pengantin di rias dengan pakaian pengantin adat jawa di kompleks masjid Al-Hadi Muttaqien Surakarta

Pk. 07.00 – 08.00 : Pelaksanaan Akad Nikah

Pk. 08.00 – 09.00 : Kirab pengantin dari masjid Al-Hadi Muttaqien menuju Pendapi Gedhe Balai kota Surakarta melalui Jln. Slamet Riyadi dengan menggunakan kereta kuda

Pk. 09.00 – 09.05 : Pembukaan / MC

Pk. 09.05 – 09.30 : Prosesi masuknya pengantin ke gedung Pendapi gedhe Balaikota urakarta, dilanjutkan dengan (pasrah & tinampi)

Pk. 09.30 – 09.40 : Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an (Bp. H. Jamil Muhammad)

Pk. 09.40 – 10.00 : Sambutan – sambutan

Pk. 10.00 – 10.15 : Pemotongan tumpeng oleh masing-masing pasangan pengantin dilanjutkan dengan do’a
Pk. 10.15 – 10.30 : Hiburan

Pk. 10.30 – 11.00 : Tausyiah ( Bp. K.H. Agung Syuhada, S.Ag)

Pk. 11.00 – 11.15 : Pembagian door prize

Pk. 11.15 : Penutup


 V. FASILITAS YANG DIBERIKAN 
Fasilitas yang diberikan kepada pasangan pengantian atara lain :
 1. Mahar / Mas kawin sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah)
 2. Bingkisan
 3. Sembako



Selasa, 19 Maret 2013

PENYULUHAN SOSIAL

PENYULUHAN SOSIAL KALURAHAN SUMBER, BANJARSARI, KOTA SURAKARTA TAHUN 2013 



 I. NAMA DAN TEMA KEGIATAN

A. NAMA KEGIATAN  :  PENYULUHAN MASSA DI KALURAHAN  SUMBER, BANJARSATI, KOTA SURAKARTA 

    B. TEMA      : PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN TANGGUNG     JAWAB SOSIAL DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL KOTA SURAKARTA TAHUN 2013 

II. MAKSUD DAN TUJUAN
A. Maksud : Kegiatan ini dimaksudkan sebagai media penyuluhan kepada masyarakat Kalurahan Sumber dalam rangka mengetahui permasalahan sosial yang ada dan solusi penyelesaian masalahnya.
B. Tujuan :
a. Pemahaman program - program Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah
b. Pemahaman Balai yang ada di Jawa Tengah maupun di Kota Surakarta
c. Pemahaman tentang Balai Resos “ Wanita Utama “ Surakarta-1
d. Pemahaman tentang Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Prof. Dr, Soeharso Surakarta
 III. PELAKSANAAN

A. TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan di Aula Kalurahan Sumber, Banjarsari, Kota Surakarta
B. WAKTU Pukul 09.30 – 12.00 WIB
C. BENTUK Kegiatan penyuluhan sosial dilaksanakan dalam bentuk :
1. Pembukaan Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Dono dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota  Surakarta dengan bacaan Basmallah 
2. Sambutan Kepala Kalurahan Dalam kegiatan ini adalah ucapan terima kasih dan selamat datang baik kepada Narasumber maupun Peserta, diharapkan peserta dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini, selaku Kepala Kelurahan Ibu Dra. DWI LISTYORINI, MM menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini adalah salah satu upaya untuk lebih mensejahterakan masyarakat, dalam kesempatan yang baik dengan banyak Narasumber diharapkan para tokoh masyarakat memanfaatkan momen ini dengan sebaik – baiknya dan banyak bertanya. 
3. Penyuluhan Sosial dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Kegiatan ini diawali dengan pembacaan sambutan dari Bapak Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang disampaikan oleh Ibu Dra. CICIK SRI WURIYANI, MM, kemudian dilanjutkan penyuluhan tentang sistem luar Balai : 
 a. PKH ( Program Keluarga Harapan ) Pemberian bantuan kepada keluarga yang kurang mampu yaitu keluarga dengan penghasilan tidak tetap yang ada : - Ibu Hamil - Anak Balita - Anak Sekolah SD / MI - Anak Sekolah SLTP Bentuk bantuannya adalah pemeriksaan gratis bagi ibu hamil dan anak balita kemudian untuk Ibu hamil, anak balita dan anak SLTP mendapatkan bantuan sebesar Rp. 800.000,- sedangkan untuk anak SD / MI sebesar Rp. 400.000,-dalam satu tahun dan diberikan secara bertahap selama 3 kali dalam satu tahun. Dalam tahun 2012 Surakarta belum pernah ada bantuan untuk PKH maka diharapkan tahun 2013 ini Dinsosnakertrans Kota Surakarta mengadakan pendataan serta membentuk petugas pendamping PKH untuk kemudian diajukan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, semoga saja nanti pas turun di Kota Surakarta nominalnya sudah bertambah. 
b. Askesos Asuransi Kesejahteraan Sosial dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, bedanya dengan Jamkesmas adalah dari Dinas Kesehatan. Dengan persyaratan usia 21 s/d 50 tahun, tidak punya penghasilan tetap, membayar premi selama 3 bulan yang setiap bulannya Rp. 5.000,- dan akan mendapatkan premi Rp. 250.000,- setiap satu tahunnya. Kemudian apabila ybs meninggal dunia dalam : Tahun I Rp. 400.000,- Tahun II Rp. 600.000,- Tahun III Rp. 800.000,- 
c. Penjaringan untuk PGOT Sosialisasi agar tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun di jalan raya 
4. Penyuluhan tentang Sosialisasi Balai Kalau Ibu Cicik lebih pada sistim luar Balai maka Bapak Pramono Setyoko, S.Pd memberikan penyuluhan tentang system dalam Balai. Balai Rehabilitasi Sosial adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari 27 Balai dan 25 unit Balai yang tersebar di seluruh Jawa Tengah, dimana Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Melalui Balai Rehabilitasi Sosial dan unitnya memberikan pembinaan dan rehabilitasi kepada Penerima Manfaat sejak dari anak yang baru lahir sampai orang tua yang sudah jompo, dari yang mengalami kecacatan sampai yang terlantar, contoh Balai yang ada di Eks. Karesidenan Surakarta adalah Balai Resos Raharjo Sragen membina anak yang mengalami cacat mental atau tuna Grahita, Balai Resos Kartini Tawangmangu membina anak jalanan, Balai Resos Taruna Yodha Sukoharjo membina anak putus sekolah, Balai Resos Pamardi Utomo Boyolali dan Unit Resos Estitomo Wonogiri membina anak yatim piatu seperti panti asuhan, Unit Resos Hestining Budhi Klaten membina anak cacat ganda, Balai Resos Bhakti Candrasa Surakarta membina anak tuna netra dan Balai Resos Wanita Utama Surakarta membina eks. Wanita Tuna Susila. Balai Resos “ Wanita Utama “ Surakarta-1 terletak di Jl. Dr. Rajiman No. 624, Pajang Laweyan, Surakarta. Dalam menangani Penerima Manfaat Balai menerima pengiriman hasil penertiban dari Kepolisian, Satpol PP maupun Dinas Sosial Kabupaten / Kota dari seluruh Jawa Tengah, tapi juga menerima penyerahan dari LSM, Masyarakat maupun keluarga, persyaratannya adalah semua umur, tidak punya penyakit menular, sehat rohani / tidak gila, pembinaan kurang lebih 6 bulan dengan menitik beratkan pada perubahan sikap dan tingkah laku serta ketrampilan, ketrampilan pokok ada 3 yaitu Menjahit, salon dan memasak, sementara ketrampilan penunjang ada asesoris. Ikat celup, membatik dll, setelah selesai dibina Penerima Manfaat mendapatkan paket modal sesuai jurusan ketrampilan masing – masing. 
5. BBRSBD Bapak TATAG GENTUR TOPO, SH selaku Penyuluh Sosial menyampaikan tentang Sosialisasi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa dimana Balai membina anak yang mengalami tuna daksa atau cacat fisik, Solo adalah surganya anak cacat di Indonesia karena anak – anak cacat dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Solo untuk mendapatkan pembinaan ketrampilan, BBRSBD adalah Unit Pelaksana Teknis dari Kementrian Sosial RI, bagi masyarakat yang dilingkungannya ada yang mengalami kecacatan fisik bisa menghubungi Balai untuk mendapatkan pembinaan dan semuanya gratis, setelah selesai juga mendapatkan paket modal sesuai ketrampilan yang diikutinya. 
 D. NARA SUMBER Sebagai Nara Sumber terdiri dari : 
1. Dra. CICIK SRI WURYANI, MM ( Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah ) 
2. PRAMONO SETYOKO, S.Pd ( Balai Resos “ Wanita Utama “ Surakarta ) 
3. TATAG GENTUR TOPO, SH ( BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta ) 
4. DONO ( Dinas Sosial Nakertrans Kota Surakarta ) 
E. PESERTA Peserta Penyuluhan Sosial berjumlah + 50 orang yang terdiri dari :
1. Kader Lansia Kelurahan Sumber 
2. PSM ( Pekerja Sosial Masyarakat ) Kota Surakarta

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger